Tesseract di Film Interstellar (2014): Apa Sebenarnya Itu?

Film Interstellar (2014) bukan cuma sekadar film fiksi ilmiah biasa. Film ini penuh dengan konsep ilmiah yang kompleks, salah satunya adalah tesseract yang muncul di akhir film. Kalau kamu masih bingung dengan apa itu tesseract dan bagaimana fungsinya di film ini, yuk kita kupas lebih dalam!

Apa Itu Tesseract?

Secara sederhana, tesseract adalah bentuk geometri dari dimensi keempat. Kalau kubus adalah bentuk tiga dimensi dari sebuah persegi dua dimensi, maka tesseract bisa dibilang sebagai “kubus” dalam ruang empat dimensi. Kita sebagai manusia yang hidup di dunia tiga dimensi nggak bisa benar-benar melihat atau memahami bentuknya secara utuh, tapi secara matematis, keberadaannya bisa dijelaskan.

Di dunia fiksi ilmiah, tesseract sering digunakan sebagai representasi visual untuk menjelaskan konsep dimensi keempat atau lebih. Dalam Interstellar, tesseract bukan sekadar bentuk geometris, melainkan representasi dari ruang-waktu yang bisa diakses secara simultan.

Peran Tesseract dalam Interstellar

Tesseract di Interstellar muncul saat Cooper (Matthew McConaughey) jatuh ke dalam lubang hitam Gargantua. Alih-alih hancur akibat gravitasi yang ekstrem, dia justru masuk ke dalam suatu ruang aneh yang berbentuk seperti perpustakaan raksasa dengan jumlah ruang yang tak terbatas. Ini adalah visualisasi tesseract yang memungkinkan Cooper melihat berbagai momen di kamar anaknya, Murph, dari waktu yang berbeda.

Para “makhluk lima dimensi” yang menciptakan tesseract ini sebenarnya adalah manusia di masa depan yang sudah menguasai dimensi lebih tinggi dan mampu memanipulasi ruang-waktu. Dengan bantuan tesseract, Cooper bisa berinteraksi dengan masa lalu tanpa benar-benar berada di sana secara fisik. Dia akhirnya menyadari bahwa dialah “hantu” yang selama ini berusaha memberikan pesan kepada Murph lewat buku yang jatuh dan jarum jam yang bergerak.

Konsep Ilmiah di Balik Tesseract

Secara ilmiah, konsep tesseract dalam Interstellar terinspirasi dari teori relativitas Einstein dan konsep dimensi tambahan dalam fisika teoretis. Beberapa poin penting yang mendukung konsep ini antara lain:

  1. Teori Relativitas Umum – Lubang hitam bisa menyebabkan distorsi ekstrem dalam ruang-waktu, yang memungkinkan seseorang mengalami waktu secara berbeda dari orang lain di luar pengaruh gravitasi ekstrem.
  2. Dimensi Keempat – Jika manusia di masa depan bisa mengakses dimensi keempat, maka mereka dapat melihat waktu sebagaimana kita melihat ruang.
  3. Lubang Cacing dan Singularitas – Lubang hitam sering dikaitkan dengan kemungkinan adanya jembatan ruang-waktu (wormhole) yang bisa menghubungkan dua titik di alam semesta atau bahkan memungkinkan perjalanan waktu.

Tesseract dalam Interstellar bukan sekadar efek visual keren, tapi juga punya dasar ilmiah yang kuat. Christopher Nolan, dengan bantuan fisikawan Kip Thorne, berhasil mengadaptasi konsep rumit ini ke dalam film dengan cara yang tetap dramatis dan emosional. Tesseract di film ini adalah cara untuk menggambarkan bagaimana makhluk lima dimensi bisa berinteraksi dengan dunia kita yang terbatas dalam tiga dimensi.

Jadi, kalau kamu masih penasaran atau ingin memahami lebih dalam, coba tonton ulang Interstellar dan perhatikan lagi bagaimana tesseract bekerja. Siapa tahu, kali ini kamu bisa melihatnya dengan cara yang berbeda! 🚀

Share this content:

Post Comment

You May Have Missed